iDEA Online
Print

Selasa, 16 Februari 2010

Tata Cahaya untuk Ruang Duduk

oleh: Rasantika M. Seta

Tata cahaya ruang duduk. Foto: iDEA/Richard Salampessy

Sebagai ruang dalam yang terdepan, ruang tamu sebaiknya memiliki tata cahaya yang fleksibel. Dengan demikian, cahayanya dapat menciptakan aneka pilihan suasana ruang: yang formal, semi formal, atau akrab.

Tak semua tamu berstatus sahabat atau kerabat. Untuk tamu-tamu yang tak terlalu dekat atau baru kenal, suasana formal lebih cocok. Begitu pula jika tamu itu adalah rekan kerja yang ingin bicara bisnis.

Suasana formal pada ruang tamu dibangkitkan oleh pencahayaan yang bersifat umum. Maksudnya, pencahayaan yang dapat menerangi seluruh ruangan secara merata. Pencahayaan merata akan menunjang fungsi ruang tamu sebagai ruang pertemuan yang formal.

Untuk menciptakan pencahayaan bersuasana formal, kita memerlukan armatur jenis downlight. Jumlah titik dan jarak lampu pada plafon tergantung dari luas ruang dan daya (watt) tiap lampu. Diperlukan perhitungan yang jeli tentang perbandingan jumlah titik dan daya lampu agar tercipta terang ruang yang merata. Biasanya, semakin banyak titik lampu, semakin kecil daya setiap lampu yang terpasang. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit titik lampu yang dibuat, semakin besar daya yang dibutuhkan.

Selain membutuhkan armatur yang tertata sesuai kebutuhan, suasana formal pada ruang tamu dibangkitkan oleh pilihan warna cahaya lampu. Untuk memberikan terang yang berkesan formal dan tak menyilaukan, dapat digunakan lampu yang memberikan terang warna putih. Untuk ini dapat dipilih lampu neon warna putih sebagai lampu down-light.

Downlight berupa lampu gantung dapat ditambahkan sebagai aksen untuk menerangi area meja dan sofa. Jika pada dinding tergan­­tung karya seni lukisan atau foto, objek ini boleh ditonjolkan. Sorot objek ini dengan cahaya lampu spotlight.

Ceritanya akan ber­beda jika ingin menampilkan ruang tamu yang bersuasana lebih santai, akrab, dan romantis. Untuk mem­bangkitkan suasana ini dibutuhkan dominansi pencahayaan khusus. Tipe pencahayaan dapat dibangkitkan dengan menempatkan beberapa lampu pada sudut-sudut ruangan. Sebagai contoh, lampu sorot untuk menerangi objek seni, standing lamp atau desk lamp untuk menerangi sudut ruang, juga indirect lamp yang disembuyikan pada plafon, dinding, atau lantai untuk menghasilkan bias cahaya yang artistik.

Foto: iDEA/Richard Salampessy

Artikel Terkait

Dilihat : 1270 orang
  • Rating :
  • 2/5 (28 votes)
  • Beri Komentar
  • Emoticons
      • Very Happy
      • Smile
      • Sad
      • Surprised
      • Shocked
      • Confused
      • Cool
      • Laughing
      • Mad
      • Razz
      • Embarassed
      • Crying or Very sad
      • Evil or Very Mad
      • Twisted Evil
      • Rolling Eyes
      • Wink
      • Exclamation
      • Question
      • Idea
      • Arrow
Jumlah komentar (0)
Copyright © iDEA Online , All Rights Reserved 2010