Selamat datang di ideaonline.co.id

4 Cara Mengatasi Ruang Lembap


Ruang yang lembap bisa mengakibatkan timbulnya jamur dan barang yang rusak. Berikut ini adalah 4 cara mengatasinya .

Posted on 4 Januari 2017 | Penulis: Feni/Roria
4 Cara Mengatasi Ruang Lembap

iDEAonline.co.id  - Saat ini ruang sisa cenderung dijadikan ruang penyimpanan. Misalnya ruang di bawah tangga. Dari segi pemanfaatan ruang, ini sangat bermanfaat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa di ruang-ruang tersebut cenderung akan lebih lembap? Ini karena tempatnya tertutup sehingga kurang sirkulasi udara.

Ruang lembap sangat merugikan. Selain jamur dan lumut mudah tumbuh, ruang yang lembap juga mengganggu kesehatan.

Namun Anda tidak perlu khawatir dengan ruang lembap tersebut. Lembap bisa diatasi dengan beberapa cara mudah berikut ini.

1. Buat Ventilasi yang Cukup

Penyimpanan di ruang bawah tangga cenderung lembap. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya membuat ventilasi yang cukup. Buatlah pada sisi bawah pintu lemari. Kalau memungkinkan, Anda bisa memasang exhaust fan pada dinding tangga yang menuju luar bangunan. Lubang ventilasi harus ditutup agar serangga tidak masuk.

2. Letakkan Kapur Barus

Dalam keadaan tertentu, terutama suhu yang lembap dan minimnya sirkulasi udara, area penyimpanan ini rentan menyimpan jamur. Jika ini terjadi, tambahkan beberapa butir kapur barus. Anda bisa menggantungnya atau menaruhnya di satu sudut. Cek berkala usia pakai kapur tersebut. Misalnya, seminggu sekali. Dengan cara ini, kondisi suhu dalam ruang bawah tangga tetap terjaga.

3.  Pilih Material yang Pas

Apabila Anda ingin membangun lemari di ruang ini, pilihlah jenis material yang mudah dibersihkan dan cukup kuat menahan kelembapan udara. Ambil contoh, ambalan kaca atau multipleks yang disemprot duco , yang relatif mudah dibersihkan. 

4. Atur Barang yang Disimpan

Menyiasati penyimpanan di ruang bawah tangga perlu kecermatan melihat luas ruang yang dimanfaatkan. Atur barang yang disimpan agar memungkinkan sirkulasi udara lancar. Secara berkala, keluarkan barang-barang untuk diangin-anginkan. 

Foto: Dok. iDEA

Indra Zaka Permana
EDITOR

Indra Zaka Permana

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus