Selamat datang di ideaonline.co.id

Ruang Makan Bergaya Antik Dan Modern


Ruang makan bergaya antik dan modern, dua hal yang bertolak belakang namun bukan berarti tak bisa sejalan. Saat dipadukan, ternyata keduanya bisa menampilkan tatanan yang menarik di ruang makan.

Posted on 10 Desember 2016 | Penulis: Anissa Qurrota Aini
Ruang Makan Bergaya Antik Dan Modern

iDEAonline.co.id  – Tempo dulu dan masa kini, dua hal yang tampaknya tak bisa disatukan. Pemanfaatan ruang makan bergaya antik dan modern  nyatanya bisa disinergikan. Dalam penataan interior misalnya, kedua gaya ini dapat memberikan tampilan menarik, ketika dipadukan.

Ruang makan bergaya antik dan modern sekilas tergambar di foto ini, bisa jadi salah satu contoh untuk ruang makan Anda. Paduan antik dan modern atau kerap disebut eklektik, membuat tampilannya lebih menarik. Sekilas pandang, mungkin luput dari perhatian. Tapi coba perhatikan meja makan dan set kursinya. Keduanya seolah berasal dari zaman yang berbeda.

Meja makan terbuat dari kayu, bergaya antik. Terlihat dari bentuk kaki meja yang sarat ornamen lengkung. Bertolak belakang dengan desain kursinya yang modern dan ramping. Kursi terbuat dari fiber. Sengaja dipilih warna senada dengan meja, agar tercipta kesinambungan antara kedua gaya yang berbeda ini.

“Kesinambungan” adalah kata kunci untuk memadukan dua gaya yang berbeda, bahkan bertolak belakang sekalipun. Kesinambungan bisa tampil dari motif atau warna. Dengan demikian, perbedaan gaya bisa dijembatani, sehingga tampilannya tidak “tabrakan”.

Padu padan gaya penataan yang berbeda, memberikan nuansa unik pada ruangan. Penataan antik dan modern juga menghindarkan ruangan dari kebosanan. Gaya eklektik cenderung tak lekang oleh waktu. Pasalnya, gaya seperti ini tak perlu mengikuti tren. 

Sumber: IDEA

Maulina Kadiranti
EDITOR

Maulina Kadiranti

Cewek Minang yang satu ini punya hobby fangirling (Khususnya KPOP). Makan segala hal berbau greentea. Punya ketawa yang aneh. Selalu suka hal yang berhubungan dengan MEDIA dan ART! Talk with me @maumoyaa

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus