Selamat datang di ideaonline.co.id

Awas, Jangan Salah Meletakkan Posisi Tempat Tidur!


Bicara soal kamar tidur pasti berkaitan dengan kenyamanan. Tapi, sudah tahukah Anda bahwa tempat tidur tak bisa diletakkan di sembarang tempat?

Posted on 10 Januari 2017 | Penulis: Putri Dwimirnani
Awas, Jangan Salah Meletakkan Posisi Tempat Tidur!

iDEAonline.co.id  - Dalam menata kamar tidur, aspek kenyamanan memang yang paling utama. Intinya adalah membuat pengguna bisa segera beristirahat tanpa terganggu apapun. Kenyamanan bisa diperoleh dengan penggunaan lampu yang temaram, material kayu yang hangat, atau seprai dan bedcover  yang lembut. Sudah cukupkah itu semua?

Ada hal penting yang sering terlupakan, yaitu posisi tempat tidur. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi tunggu dulu, salah posisi bisa membahayakan kesehatan lho!

Jadi, perhatikan baik-baik beberapa posisi tempat tidur yang tidak disarankan ini!

1. Tepat di depan pintu.

Aliran udara langsung melaju ke arah tubuh sehingga bisa menimbulkan penyakit. Selain itu, posisi tempat tidur langsung di depan pintu mengurangi privasi penghuni kamar. Ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman.

2. Merapat ke dinding.

Selain menyulitkan ketika mengganti seprai, warna dinding bisa belang karena bagian bawahnya tertutup tempat tidur. Bukan itu saja, dinding yang berbatasan langsung dengan kamar mandi sangat lembap dan berbahaya untuk kesehatan.

3. Di bawah AC.

Ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Udara AC memang sejuk, tapi bila terpapar langsung semalaman jelas bisa bikin masuk angin. Apalagi kalau anginnya mengarah langsung ke kepala, wah bisa sakit kepala seharian tuh!

Posisi terbaik tempat tidur memang di bagian tengah ruangan dengan headboard  menempel ke dinding, dan dilengkapi dengan meja nakas di kedua sisinya. Bila ukuran ruangan tak memadai, yang penting sisakan jarak sekitar 40-60 cm dari dinding di samping tempat tidur.

Foto: Richard Salampessy

Properti: Rizaldi & Shelly, Tanah Kusir, Jakarta Selatan 

EDITOR

Putri Dwimirnani

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus