Selamat datang di ideaonline.co.id

5 Langkah Buat Pagar Klasik dari Kerai Kayu


Kerai kayu tak hanya sebagai hiasan jendela saja. Mengubah pagar juga bisa dengan kerai kayu ini. Simak 5 langkah buat pagar klasik dengan kerai kayu  berikut ini.

Posted on 24 Februari 2015 | Penulis: Sinar Putri
5 Langkah Buat Pagar Klasik dari Kerai Kayu

iDEAonline.co.id - Kerai kayu ternyata bukan hanya bisa digunakan sebagai tirai penutup jendela. Sebagai penutup pagar, kerai kayu bisa dijadikan alternatif yang cukup meyakinkan. Tampilan pagar jadi menarik perhatian.Untuk menutup pagar yang transparan bisa saja dari bahan bambu, papan kayu, aluminium, atau fiber. Kerai kayu pada pagar juga bisa memberi kesan ringan. Bentuknya pun juga menarik, dengan lipatan-lipatan garis horizontal yang halus. Jika terkena sinar matahari, efek cahayanya terlihat indah. Belum lagi warna alaminya, yang memunculkan kesan menyatu dengan lingkungan.

Ingin mengaplikasikannya di rumah? Ikuti 5 langkah buat pagar klasik dengan kerai kayu  berikut ini. Tak susah, tapi perlu persisi dan rapi.

1. Siapkan selembar kerai. Tempatkan kerai dan mempertemukan rangkanya dengan ujung rangka besi bagian atas, yang akan ditutup kerai.

2. Bor rangka kerai hingga menembus besi jeruji bagian atas pagar. Pengeboran dilakukan beberapa titik, mulai dari sisi kiri sampai ujung kanan rangkai kerai. Jarak antartitiknya sekitar 25cm.

3. Rekatkan kerai dengan jeruji besi menggunakan sekrup yang telah diberi ring karet pada bagian yang sudah dilubangi.

4. Setelah rangka kerai bagian atas terikat kuat, lakukan pengikatan dengan skrup di beberapa titik pada bagian sisi vertikal hingga bagian bawah kerai. Prosesnya sama seperti pada langkah 3.

5. Kerai hanya berukuran 1m. Jadi untuk bagian pagar yang lain, lakukan pemasangan dengan langkah yang sama.

Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah memasang kerai di luar rumah (pagar). Salah satunya rawatlah kerai lebih sering agar kerai tahan lama, dan terlihat terawat. Selamat mencoba!

Foto: dok.iDEA

Indra Zaka Permana
EDITOR

Indra Zaka Permana

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus