Selamat datang di ideaonline.co.id

Cari Tahu, Jenis Atap Apa Yang Cocok Untuk Hunian Anda


Beragam jenis material atap memiliki keunggulan masing-masing. Cari tahu keunggulan tersebut dan pilih yang paling sesuai dengan kriteria Anda.

Posted on 10 Oktober 2016 | Penulis: Sara Agustriana
Cari Tahu, Jenis Atap Apa Yang Cocok Untuk Hunian Anda

iDEAonline.co.id – Ada enam jenis dari atap rumah, dan pilihlah yang paling sesuai dengan struktur rumah serta kondisi cuaca di daerah Anda. Tujuan dari atap adalah sebagai pelindung bangunan dari pengaruh iklim. Karenanya, saat merancang atap, selain harus dipertimbangkan struktur, juga perlu dipertimbangkan pilihan materialnya.

Beda material, beda pula kemampuannya. Ada berbagai pilihan bahan yang dapat digunakan untuk atap rumah. Mulai dari bahan tradisional berserat alami, seperti ilalang yang memiliki sifat peredam panas yang sangat baik, hingga inovasi produk modern seperti genting, fiberglass , dan beton.

Pada akhirnya, Anda sebagai pemilik hunian tentu menginginkan atap yang juga mampu menyejukkan rumah. Berikut pilihan bahan yang biasa digunakan untuk menutup atap rumah.

Sirap

Penutup atap rumah dengan model sirap mampu meredam panas matahari dengan baik. Sirap berbentuk papan tipis biasanya terbuat dari kayu ulin atau kayu belian. Karena berbentuk lembaran tipis, sirap lebih ringan dibandingkan bahan lain, sehingga pemakaiannya bisa menghemat struktur.

Genting keramik

Genting keramik berbahan dasar tanah liat. Materialnya sama seperti genting tradisional, hanya prosesnya saja yang berbeda. Yang terpenting, genting ini bersifat memantulkan panas hingga mencapai 90%. Dengan pemantulan yang begitu besar, tentu saja ruang di bawahnya akan menjadi lebih sejuk.

Genting aspal

Sesuai dengan namanya, bahan dasar utama penutup atap yang satu ini menggunakan aspal. Sifat genting aspal fleksibel sehingga mudah dibentuk. Meski terbuat dari aspal, bahan penutup atap ini tahan terhadap panas matahari hingga 70o C.

Polikarbonat

Penutup dengan bahan ini banyak dipilih karena lebih mampu menahan panas. Selain itu, cahaya dapat diteruskan. Kesan ringan serta transparan juga diperoleh. Material jenis ini mudah ditekuk dan pemasangannya tidak memakan waktu lama (kurang lebih 2 hari).

UPVC

Bahan alternative atap UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride ) memiliki koefisiensi penghantar panas sepertiga kali dari atap tanah liat. Dengan begitu, ruangan dengan atap ini menghasilkan udara yang nyaman dan jauh lebih sejuk. Keunggulan dari atap UPVC ini pun teruji dalam perubahan cuaca, sangat cocok dengan kondisi cuaca Indonesia yang tak menentu.

Atap hijau

Atap hijau atau green roof  adalah atap sebuah bangunan yang sebagian atau seluruhnya ditutupi dengan vegetasi dan media tumbuh. Lapisan tanah dan rumput ini dapat menahan radiasi panas matahari yang dapat menjaga kestabilan suhu udara di bawah atap, sehingga pemakaian AC pada ruang bisa dikurangi.

Sumber: dok. iDEA

Sumber foto: bayroofingswltd.co.uk

-

Baca juga:

Ini 10 Tandanya Jika Atap Rumahmu Harus Diperbaiki

Tips Beli Keramik Agar Gak Rugi

Cara Mudah Mengganti Lantai Keramik yang Retak

Tips Merawat Perabot Kayu Selama Musim Hujan

Tips Mencegah Kerusakan Rumah Akibat Banjir

Perbaiki Kerusakan Atap dengan Mudah

Sabrina Alisa
EDITOR

Sabrina Alisa

Indonesia. Buku, tidur, makan. @sabrina.alisa.1

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus