Selasa, 26 Januari 2010

Daybed Membuat Ruang Kerja Semakin Nyaman

oleh: Anissa Q. Aini

Daybed di ruang kerja. Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman

Ketika lelah bekerja, daybed bisa jadi tempat istirahat. Meluruskan tubuh dan memejamkan mata.

Di rumah, ruang kerja bisa dibuat di mana saja, menumpang di kamar tidur, di salah satu sudut ruang keluarga, atau di ruang kosong lainnya.

Minimal sebuah ruang kerja dilengkapi dengan meja dan kursi kerja. Ada juga yang melengkapi ruang kerja dengan lemari untuk menyimpan buku dan berkas-berkas. Jika ruangan cukup luas, bisa saja di ruang kerja itu ditempatkan daybed .

Daybed itu bentuknya mirip sofa. Ada dudukannya, empuk juga biasanya. Beberapa jenis daybed memliliki sandaran, beberapa lainnya tidak. Fungsinya sebagai tempat duduk sekaligus sebagai tempat tidur. Mungkin kalau di Jawa dikenal dengan nama amben , tempat tidur yang sekaligus bisa jadi tempat duduk, tempat leha-leha, bahkan tempat main.

Lalu apa fungsi daybed di ruang kerja?

Kira-kira sih sama dengan fungsi amben tadi. Seorang workaholic bisa berlama-lama kerja di ruang kerjanya. Mungkin saja ia bisa lupa tidur. Walau begitu, sudah pasti rasa lelah itu tetap ada pada dirinya. Nah, daybed itu bisa jadi salah satu tempat untuk melepas lelah. Di atas daybed ia bisa meluruskan tubuhnya, dan sedikit memejamkan mata. Setelah bugar, ia bisa bekerja kembali.

Pada ruang kerja, daybed dapat ditempatkan di area yang lowong. Bisa di sudut ruang, di dekat meja kerja, atau merapat ke dinding. Tempat yang tepat dapat disesuaikan dengan ketersediaan ruang dan penataan yang diinginkan. Tidak ada patokan khusus kok soal itu.

Meski begitu, ketika ingin menempatkan daybed di ruang kerja, perhatikan antara lain: ukuran ruang, desain dan ukuran daybed , serta faktor ergonomi. Soal ukuran ruang misalnya, jika terlalu sempit dan tak tersedia ruang sisa untuk daybed , maka sebaiknya hindari menempatkan daybed . Jika terdapat ruang lebih dan tak terlalu luas, pilih daybed berukuran kecil hingga medium. Jika ruang yang tersedia lebih besar, maka dapat dipilih ukuran daybed yang besar.

Soal desain daybed yang tepat tentunya dapat disesuaikan dengan konsep desain ruang secara keseluruhan. Kalau konsepnya modern, dapat saja ditempatkan daybed berdesain modern, dari bahan yang modern juga. Kalau memang ingin memberi sentuhan etnik pada ruang, daybed pun bisa jadikan elemen pemberi nuansa etnik. Pilihlah yang berdesain etnik. Misalnya tempatkan daybed dari kayu berukir, atau dari bambu yang memiliki nuansa alami.

Namun, dari semua itu, yang terpenting adalah masalah ergonomi. Daybed ditempatkan sebagai tempat duduk atau istirahat sejenak akibat lelah bekerja. Karenanya, faktor ergonomi itu harus ada, sehingga kualitas istirahat di sana menjadi maksimal. Efeknya, produktivitas kerja pun bisa meningkat.

Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman

(rms)

Dilihat : 1062 orang
  • Rating :
  • 2/5 (66 votes)
  • Beri Komentar
  • Emoticons
      • Very Happy
      • Smile
      • Sad
      • Surprised
      • Shocked
      • Confused
      • Cool
      • Laughing
      • Mad
      • Razz
      • Embarassed
      • Crying or Very sad
      • Evil or Very Mad
      • Twisted Evil
      • Rolling Eyes
      • Wink
      • Exclamation
      • Question
      • Idea
      • Arrow
Jumlah komentar (0)