Senin, 26 Oktober 2009
oleh: Lestari Suryandari / Arsitek Lanskap
Keterbatasan lahan karena ketersediaan yang terbatas & tingginya harga lahan sudah pasti menjadi kendala yang sulit dipungkiri dialami oleh para pemukim di daerah perkotaan saat ini. Salah satu cara yang berkembang untuk menghadirkan kehijauan alam terbuka di rumah adalah dinding tanaman/ wall garden .
Kehadiran tanaman sudah pasti melindungi kita dari sinar ultra violet, panas dan polusi debu serta udara kotor. Efeknya tentu lebih terasa apabila anda meletakan tanaman yang dapat menjerap polutan. Keluarga tentunya akan lebih terlindungi, sehat dan makin betah di rumah. Tampilan rumah pun dapat menjadi unik dengan adanya aksen wall garden.
Saat ini dikembangkan banyak desain wall garden . Istilahnya juga bermacam-macam. Green façade, green wall, vertical garden, living wall dan topiade adalah beberapa istilah yang berkembang untuk dinding yang dibangun dengan susunan tanaman. Tidak hanya pada dinding biasa, wall garden dapat melapisi art sculpture atau berfungsi sebagai second skin pada bangunan untuk mengurangi radiasi sinar matahari. Tanaman yang digunakan dapat berupa tanaman border dan semak pendek apapun yang disusun dalam planter box/pot secara vertical.
Penyusunan dapat dilakukan dalam rak-rak ataupun struktur penggantung lain. Rak dapat berbahan kayu, bambu ataupun logam. Pilih material pot/planter box yang ringan seperti plastik. Pilih juga media tanam yang ringan dan kuat memegang air karena planter akan melindungi keluarga anda dari sinar matahari.
Langkah membuat wall garden:
Foto: iDEA/Richard Salampessy