Jumat, 6 November 2009
oleh: Anissa Q. Aini
Dapur terbuka alias open kitchen rasanya pas diaplikasikan untuk gaya hidup modern. Coba simak inspirasinya di sini.
Gaya hidup berubah, desain dan penataan rumah pun berubah. Zaman sekarang, dapur bukan lagi monopoli kaum perempuan, siapapun bisa berkegiatan di dapur. Bagi sebagian orang, dapur pun sudah tidak lagi termasuk dalam ruang privat. Tamu, kerabat atau sahabat dekat, seringkali cuek saja masuk ke dapur, ngobrol sambil duduk-duduk di sana.
Mengambil inspirasi dari berbagai restoran dan kafe, open kitchen bisa jadi pilihan yang pas untuk mendukung gaya hidup tersebut. Sesuai namanya, open kitchen konsepnya terbuka. Tak heran antara dapur dengan ruangan lain, yang berdekatan, kerap tidak memiliki pembatas. Kalaupun ada, biasanya menggunakan kaca transparan.
Konsep demikian, membuat dapur menjadi lebih lega. Dapur berdesain terbuka, juga mengisyaratkan bahwa ruangan ini bebas dimasuki siapa saja. Biasanya di dapur ini, disediakan juga meja bar. Di area meja bar inilah biasanya para tamu atau kerabat dekat, duduk dan berbincang-bincang dengan pemilik rumah.Dengan begitu, para ibu bisa memasak sembari ngobrol dengan teman-temannya. Selesai memasak, kegiatan bisa dilanjutkan dengan mencicipi makanan bersama. Jelas, kan , desain dapur yang terbuka menciptakan suasana yang lebih akrab.
Tapi, jangan lupa, desain ruangan sangat bergantung pada gaya hidup seseorang atau sebuah keluarga. Jika Anda bukan orang yang senang menerima tamu di dapur. Atau mungkin masih merasa sungkan kalau kegiatan memasak dilihat orang, baiknya tidak menerapkan desain dapur yang satu ini.
Oh iya, open kitchen juga menuntut gaya hidup yang rapi. Kalau tidak, bisa-bisa para tamu justru tidak betah menghabiskan waktu di rumah Anda. Pasalnya dapur yang berantakan akan langsung terlihat. Siap terima tantangan open kitchen ?
Lokasi: Restoran Noni Indische, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Foto: iDEA Online/ Rasantika M. Seta